Oleh-Oleh dari Tanah Sumatera (Part 1): “Ini Medan, Bung!”

Gambar diambil dari http://harianorbit.blogspot.com/2010/11/walikota-medan-luncurkan-buku-ini-medan.html
Gambar diambil dari http://harianorbit.blogspot.com/2010/11/walikota-medan-luncurkan-buku-ini-medan.html

Awal mendengar slogan kota Medan ini, saya cuma bisa terpengarah. Ada semacam nada arogansi dan pride berlebih yang tersalur dari kata-kata ini. Tapi saya salah rupa-rupanya. Ini bukan pride berlebih, apalagi arogansi.

“Ini Medan, Bung!” adalah ekspresi eksistensi dan identitas diri yang Medan coba sampaikan. Ini Medan, bukan Jawa, bukan Papua. Ini Medan, dengan segala keunikannya. Dan di sinilah Anda, di Medan, maka silakan “sesuaikan” diri Anda agar Medan bisa menyambut Anda seperti semestinya. Mungkin itulah kira2 maksud tersembunyi di baliknya. Hehe *Yang orang Medan, CMIIW yah.. 😀

Saya berkali-kali dikejutkan dengan “sambutan” kota ini. Macetnya Medan mungkin setara dengan Jakarta. Yang membuatnya lebih “spektakuler” adalah suara klakson yang tidak berhenti di setiap detiknya. Saya semacam senam jantung saja tiap berada di jalanan kota ini. :O Belum lagi salip menyalip antar pengemudi di jalanan. Wow, ekstrim, Gan! :O Tipikal orang yang gampang mabuk darat kayak saya ini harus pinter-pinternya nahan diri biar ga teler di jalan. T_T Baru di jalan beberapa menit saja sudah berasa berjam-jam buat saya, sambil terus bergumam dalam hati: ini kapan nyampenya yaa?? T_T

Medan memang tak seperti Jawa. Dari awal, kami sudah diingatkan oleh Bang Ridwan dan Kak Citra untuk tidak bersikap “terlalu ramah” selayaknya orang Jawa. Oh ya, FYI, Bang Ridwan dan Kak Citra ini dua kakak baik hati yang setia menjadi sahabat perjalanan sekaligus tour guide kami selama di Medan. 🙂 Berkat mereka berdualah kami bisa menikmati setiap jejak perjalanan kami di tanah Sumatera. Hehe.. Dari awal kami sudah diwanti-wanti, pokoknya Nggak boleh SENYUM sama orang yang nggak dikenal. Apalagi buat yang perempuan nih, bisa bahaya. Istilahnya Bang Ridwan & Kak Citra nih, bisa jadi “mangsa empuk”! 😀 (buseeet, ngeri banget dah) Mungkin agak susah juga untuk tiba2 menghilangkan budaya Jawa senyum ke semua orang ini, tapi untunglah saya sudah cukup terbiasa hidup nomaden (ehh) dan pernah dibesarkan di tanah Papua yang juga tak mengenal budaya SENYUM kayak gini, jadi saya langsung bisa adaptasi deh. Hehe 😀

Selain gak boleh senyum, Bang Ridwan dan Kak Citra juga berpesan, nggak boleh ada rasa tersinggung ato semacamnya. Ngerti banget mungkin ya, orang Jawa kan rata-rata sensitif… :’) (langsung liat cermin) Karakter orang Medan memang straightforward, bertolak belakang dengan karakter orang Jawa yang seringnya ewuh-pekewuh. Orang Medan kalo gak suka ya bilang gak suka, gak boleh ya bilang gak boleh, tanpa banyak ba-bi-bu. Mungkin itulah yang membuat mereka berkesan “galak”, “nggak ramah” dsb. Padahal sebenarnya orang Medan baik-baik lho, contoh nyatanya Bang Ridwan dan Kak Citra tuh! ^^
*Somehow, saya suka karakter straightforward mereka, karena bagi saya orang2 kayak gini lebih “jujur” menyuarakan suara hatinya. #eaaaaa (envy.envy.envy >,<)

Terlepas dari semua itu, Medan punya banyak sekali pesona lain yang terlalu indah untuk saya lewatkan.
Ada banyak cerita, ada banyak pelajaran, dan banyak kenangan selama di sana…
InsyA akan saya sambung di part berikutnya. Sabar ya, Readers! 😀
*sedang latian nulis yg lebih ringkes,, hihi* ^^

Advertisements

4 thoughts on “Oleh-Oleh dari Tanah Sumatera (Part 1): “Ini Medan, Bung!”

  1. Aaaa dek sifa suka sama background bunga poppy nya >< reminds me a lot of my best friend. ceritanya seru sayang cuma dikit. ditunggu lanjutannya deek 😉

  2. inilah kota kami tercinta..
    orangnya nggak plin plan. memang orangnya keras, tapi tidak kasar. sebenarnya banyak lagi yang sebaiknya tidak dilakukan di medan. contohnya saling tatap tatapan dalam waktu yang cukup lama. orang medan akan langsung berkata “MATA KAU ITU LAE”, jika ditatap oleh orang yang tidak ia kenal.
    logat bicara yang menggunakan “aku kau” juga kedengaran sedikit kasar bagi orang yang bukan berasal dari medan.

    1. Wah,, terima kasih sudah mau berkunjung dan komen di sini 😀 Senang bisa main ke Medan,, makin banyak tempat yang dikunjungi makin beragam karakter yang ditemui, makin cinta Indonesia ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s