Kamu

Kamu bagiku seperti seorang Irene Adler bagi Sherlock Holmes:
bius yang menembus sadar; yang seketika lumpuhkan kemampuan deduksi analitis Sherlock yg di luar wajar itu.

Kamu yang tak terbaca, tak terdeskripsi kata.
Seolah ada selubung yang selalu menghalangiku untuk membacamu,
meski nyatanya telah kau telanjangkan diri sepenuhnya di hadapanku.

Mungkin ketiadaan jubah-jubah & topeng-topeng itulah yang justru membuatku kesulitan mengenalimu.
Mungkin itu juga satu-satunya alasan kamu menjadi begitu menarik buatku.

Ah. iya.

Mungkin aku hanya sedang jatuh hati pada kemurnian jiwamu;
pada jubah tak terlihat bernama kejujuran dan ketulusan yang tersemat padamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s