Kehilangan – Menemukan

“My heart is at ease knowing that what was meant for me will never miss me, and that what misses me was never meant for me.” (Imam as Syafi’i)

 

Mereka bilang, terkadang apa-apa yang sudah kau lepaskan justru akan kembali lagi padamu. Iya, jika itu memang untukmu.

 

Dua hari ini aku sibuk mencari kunci motorku yang hilang. Awalnya aku biasa saja karena toh ini bukan kali pertama aku kehilangan kunci. Aku sudah terbiasa ‘kehilangan’ kunci dan barang2 kecil lain karena kecerobohanku. Tapi, tak perlu waktu lama untuk menemukannya lagi karena sebenarnya mereka tak pernah benar2 hilang. Aku hanya lupa di mana aku meletakkannya.

 

Tapi kehilangan kali ini lain. Dua hari mencari, dan belum juga kutemukan. Sedih juga ternyata. Akhirnya kuputuskan meminta tolong adik untuk mengirimkan duplikat kunci di rumah. Dan dengan berat hati berusaha mengikhlaskan hilangnya kunci motorku.

 

Semalam paket kunci duplikat dari adik kuterima. Dan pagi ini, dengan mengejutkannya, satpam di sekolah mengembalikan kunciku yg hilang, yang ditemukannya di halaman depan sekolah dua hari yang lalu. Andai aku langsung bertanya perihal kehilangan kunciku waktu itu ke pak satpam, mungkin pencarianku kemarin2 tak serumit dan tak semenyiksa ini.

 

Kupikir perihal kehilangan kunci ini lucu sekali. Selain menegaskan sekali lagi betapa cerobohnya aku ini, sedikit banyak aku jadi merenung soal kehilangan dalam bentuk lain. Soal melepaskan, juga mengikhlaskan.

 

Dalam hidup, adalah keniscayaan bahwa kita akan merasakan “kehilangan” dalam beberapa titik. Untuk sesuatu yang benar-benar kita miliki maupun tidak. Untuk hal-hal yang tampak, maupun yang hanya mampu dirasa dalam hati.

 

Beberapa waktu terakhir aku seolah terjebak dalam ilusi “menemukan” dan di waktu yang sama merasakan ketakutan yang sangat akan “kehilangan”. Perasaan bahagia sekaligus menyiksa. Perasaan yang seringkali merupakan akumulasi dari simpul-simpul yang kubuat sendiri, dan akhirnya aku juga yang kesulitan mengurainya.

 

Kehilangan kali ini semacam menjadi pengingat untukku, bahwa rezeki memang tak pernah tertukar. Apa yang tertakdir untukku tak akan luput atau pergi dariku. Sementara apa yang memang pergi dariku, mungkin memang tidak tertakdir untukku.

 

Seperti kamu.

 

Melepaskanmu dalam bentuk lain terkadang adalah cara terbaik untukku menemukanmu kembali dengan cara terbaik yang lebih dicintai-Nya, jika kamu memang tertakdir untukku. 🙂

CYMERA_20160407_120438
Kunci motor yang sempat hilang :p
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s