Untukmu, Sang Pencari

Untukmu, yang masih terlampau rumit untuk ku mengerti, Semoga surat ini kau terima dengan baik. Aku belum yakin mengapa ku tulis surat ini, aku hanya ingin menuntaskan ganjalan-ganjalan yang ada. Semoga kau bisa ‘membaca’ apa yang ingin kusampaikan dalam surat ini nantinya. 🙂 *** Bagiku Ramadhan selalu punya cerita. Tahun lalu, aku masih mengeja makna… Read More Untukmu, Sang Pencari

Farewell :’)

Bila kebersamaan tak lagi temukan ruang damainya, Biarlah perpisahan menjadi jeda sejenak bagi jiwa-jiwa kita, ‘tuk rekatkan kembali ikatannya yang mulai merenggang. Biarlah perpisahan mewujud rindu bagi hati-hati kita, ‘tuk pahamkan kembali arti di setiap perjumpaannya.  Sebab bila kebersamaan kini hanya sisakan pilu tak berkesudahan, Bila pertemuan kini hanya hadirkan sesak yang menghimpit jiwa-jiwa kita, Mungkin jeda demi jeda lah yang… Read More Farewell :’)

Recalling the Forgotten One (Part 1)

“Buatmu, apa itu perjuangan?” Bukankah hidup sejatinya adalah serentetan perjuangan yang tak putus? Perjuangan mencapai mimpi-mimpi, meraih cita. Atau perjuangan untuk sekedar bertahan. Sejauh apa aku melangkah, sejauh apa aku berlari menjemput mimpi, sejauh apa aku bertahan; Sejauh apa aku telah berjuang? *** Memori itu satu persatu terpanggil kembali… Kau tentu masih ingat Ayah, bagaimana… Read More Recalling the Forgotten One (Part 1)

Doa Yang Terlupakan*

“Tuhan, lindungilah keraguan-keraguan kami, sebab Keraguan pun sebentuk doa. Keraguan-lah yang membuat kami bertumbuh dan memaksa kami untuk tak takut melihat sekian banyak jawaban yang tersedia untuk satu pertanyaan. Kabulkanlah doa kami… Tuhan, lindungilah keputusan-keputusan kami, sebab membuat Keputusan pun sebentuk doa. Setelah bergulat dengan keraguan, beri kami keberanian untuk memilih antara satu jalan dengan… Read More Doa Yang Terlupakan*