Kamu

Kamu bagiku seperti seorang Irene Adler bagi Sherlock Holmes: bius yang menembus sadar; yang seketika lumpuhkan kemampuan deduksi analitis Sherlock yg di luar wajar itu. Kamu yang tak terbaca, tak terdeskripsi kata. Seolah ada selubung yang selalu menghalangiku untuk membacamu, meski nyatanya telah kau telanjangkan diri sepenuhnya di hadapanku. Mungkin ketiadaan jubah-jubah & topeng-topeng itulah… Read More Kamu

Seperti Kemarin

Seperti kemarin, Kita selalu bahagia menyapa pagi. Menghirup nafas-nafas kehidupan baru di pergantian hari. Menyentuh bening embun, menghirup harum bunga, mendengar gemerisik daun dan desau angin, sambil sesekali menikmati kicauan burung-burung parkit di sela pepohonan. Kita selalu takjub pada musik semesta di pagi hari. Seperti kemarin, Kita begitu bersemangat menjalani hari. Tak peduli terik sang… Read More Seperti Kemarin

Langit

Hai Langit, Kulihat hari ini kau cerah sekali, secerah kemarin Putih awanmu membawa ingatanku kepada banyak wajah Wajah-wajah yang dulu kucipta sendiri karena rindu yang belum kumengerti Wajah-wajah itu kini berganti, Langit Wajah nyata yang bukan lagi imaji, Meski sama seperti dulu, Wajah ini hadir karena kuundang sendiri Langit, Birumu selalu hadirkan biru yang kuyakini… Read More Langit

Stranger than Fiction* #1

Hai, kamu. Hari ini aku kebanjiran pesan lagi. Masih seperti kemarin, mereka menanyakanmu. Menanyakan kabarmu –tepatnya perkembangan kabar tentangmu. Mereka masih berpikir aku kenal dekat denganmu, tahu banyak tentangmu. Ah, aku bahkan belum lama mengenalmu… Kamu apa kabar, dear? Baik-baikkah di sana? Maafkan aku yang masih belum punya nyali untuk sekedar menyapamu. Entahlah, sejak kapan… Read More Stranger than Fiction* #1

Kereta*

1 Sendiri di Stasiun Tugu, Entah siapa yang ia tunggu Orang-orang datang dan lalu Ia cuma termangu Sepasang orang muda berpelukan (sebelum pisah) seolah memeluk harapan Ia mendesis, Serasa mengecap dusta yang manis Kapankah benih kenangan pertama kali tumbuh, Kenapa ingatan begitu rapuh? Cinta mungkin sempurna, Tapi asmara sering merana Ia tatap rel menjauh dan… Read More Kereta*

Ruang Rindu

“Verily, in the remembrance of Allah do hearts find rest” (Ar Ra’d: 28) Seringkali, kegalauan yang berlebih ada karena prasangka – prasangkaku yang tak baik terhadap ketetapan-Mu. Bukankah dekat dengan-Mu jauh lebih baik untukku? Dekat dengan-Mu mencukupkan segala yg kurang. Menentramkan segala yg menggelisahkan. Menguatkan segala yang melemahkan. Dekat dengan-Mu sejatinya lebih aku butuhkan dari… Read More Ruang Rindu

Rain, Rainbow: Happiness is Everywhere! :)

Terkadang aku ingin menjadi seperti pelangi di senja itu. Yang bias warnanya membalut hangat bumi tanpa setetes pun hujan menjejak. Ku kira bahagia selalu dapat temukan bentuknya, Dalam jeda airmata maupun ketiadaannya. Bahagia selalu mampu melebur dalam tangis, seperti halnya kesedihan yang dapat larut dalam tawa. Kelak, ku ingin kabarkan pada mereka yang belum mampu… Read More Rain, Rainbow: Happiness is Everywhere! 🙂

Membacamu :)

Membacamu seperti menyatukan mozaik yang kepingnya tak (akan) pernah lengkap di genggamanku… … Aku selalu percaya, bahwa satu-satunya cara menemukan (kesejatian)mu adalah dengan membacamu. Seperti ketika aku mencoba temukan tempat-tempat yang ingin ku tuju, Yang aku perlukan adalah membaca petunjuk navigasi penuntun arahku. Bukankah seharusnya begitu? Aku selalu (merasa) perlu dituntun. Karena kau tahu aku,… Read More Membacamu 🙂